Truk Angkut Kayu Over Tonase dari Riau Diduga Rusak Jalan Lintas Perdagangan - Siantar. Badan Jalan Bagai Kubangan Kerbau, Warga Minta Pemprov Sumut Ambil Langkah Tegas dan Perbaiki Jalan. -->

Truk Angkut Kayu Over Tonase dari Riau Diduga Rusak Jalan Lintas Perdagangan - Siantar. Badan Jalan Bagai Kubangan Kerbau, Warga Minta Pemprov Sumut Ambil Langkah Tegas dan Perbaiki Jalan.

Senin, 30 Maret 2020, 05:50 WIB
Oleh Redaksi
Foto Lokasi Jalan Lintas Perdagangan - Siantar

Reporter : RLR

Simalungun  || Jalan Lintas Perdagangan - Siantar, tepatnya di Nagori Marihat Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun yang merupakan Jalan Provinsi keadaannya sangat memprihatinkan.

Pantauan awak media simalungundelinewstv.com di lokasi. Senin 30/03/2020, tampak badan jalan berlubang besar di beberapa titik. Lubang tidak tanggung-tanggung, sekitar diameter 8 meter. Ditambah lagi lubang berisi air. Jadilah Badan Jalan Lintas Perdagangan - Siantar itu bagai kubangan kerbau.

Beberapa warga sekitar yang ditemui awak media menuturkan, bahwa badan jalan itu sudah lama rusak. Dari tahun kemaren sudah mulai terkelupas aspalnya. 
Akhir tahun 2019 memasuki awal tahun 2020 kemaren ada perbaikan yang infonya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Badan jalan dan parit di kerjakan. Tapi pengerjaannya Bandan jalan hanya sampai batas depan kantor Pangulu (kepala desa,red) Nagori/desa Marihat Bandar, dan parik sampai sekitar simpang Dolok Sinumbah, sambil menunjukkan batas pengaspalan Badan Jalan.

Lanjut warga, jadi pengerjaan kemaren itu tidak sampai di aspal ke tempat yang berlubang sekarang. Yang berlubang itu kemaren sudah rusak, tapi hanya di greder saja tanpa di aspal. Yah, baginilah jadinya sekarang. Macam Kubangan kerbau, ujar warga.

Warga lain yang rumahnya tepat di depan badan jalan yang berlubang juga berkomentar. " Lihat bapak lah, truk tronton angkut kayu dari Riau tiap hari lintas disini (sambil menunjuk truk kayu sarat muatan yang sedang lintas). Muatannya diduga over tonase. Kami belum tau, apakah truk kayu asal Riau itu diperkenankan masuk ke wilayah Sumatera Utara dengan tonase yang diduga sudah lewat batas. Ditambah lagi ini jalan Provinsi Sumatera Utara, itukan hasil hutan Riau, pajaknya ke Provinsi Riau, sementara jalan di Sumatera Utara yang berdampak kerusakan".


Diduga kuat rusaknya jalan lintas Perdagangan - Siantar tersebut disebabkan truk kayu sarat muatan dan over tonase dari Riau yang hampir setiap harinya lintas puluhan unit bahkan mungkin bisa mencapai ratusan. 

Ditambah lagi, pengaspalan dan perbaikan badan jalan yang dilakukan pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akhir tahun 2019 kemaren diduga kurang ukuran, sebab jelas badan jalan yang berlubang bak kubangan kerbau saat ini sudah rusak dan berlubang juga saat itu. Tapi hanya di ratakan saja pada saat itu dengan alat berat.
Demikian juga parit pinggir jalan, tidak jauh dari lokasi tampak dibuat parit buangan yang melintas seberang jalan, diduga dikerjakan asal-asalan, karna di buat gundukan, sehingga badan jalan tidak rata, ditambah lagi aspalnya sudah rusak, padahal belum ada setahun.
Dimana menurut warga gundukan parit buangan itu sangat beresiko bagi pengendara dan sudah banyak korban di lokasi gundukan badan jalan itu.

"Warga mohon agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara datang kelokasi. Tinjau kerjaan yang sebelumnya dimana diduga tidak sesuai standar dan dikerjakan asal-asalan dengan mutu yang sangat bobrok. Dan segera Kubangan kerbau di badan jalan Perdagangan - Siantar ini diperbaiki. 
Warga sekitar juga meminta Pemerintah Provinsi aktifkan kembali jembatan timbang, agar truk over tonase tidak semena-mena lintas jalan yang di bangun untuk kepentingan rakyat banyak".

Gubernur Sumatera Utara, Letjen TNI (Purn.) H. Edy Rahmayadi yang di konfirmasi dan diminta tanggapannya serta dilaporkan via pesan singkat WhatsApp oleh Redaksi pukul. 19.40 wib, Senin 30/03/2020, hingga berita ini diterbitkan belum memberi tanggapan apapun.

TerPopuler