Warga Gang Inpres Rambung Merah Keberatan atas Kabar Bohong (Hoax) yang diduga di Informasikan Bupati. -->

Warga Gang Inpres Rambung Merah Keberatan atas Kabar Bohong (Hoax) yang diduga di Informasikan Bupati.

Minggu, 12 April 2020, 09:07 WIB
Oleh Redaksi

Reporter : TA

Simalungun  || Pernyataan Bupati Simalungun, JR Saragih diberbagai media cetak, online dan televisi beberapa waktu lalu yang menyatakan Almarhumah Sriwati yang meninggal positif Covid -19, dinilai bohong alias 'Hoax' yang menyebabkan keonaran dan keresahan dikalangan warga masyarakat Kabupaten Simalungun, khususnya warga gang Inpres Jalan H. Ulakma Sinaga, desa Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.

Pernyataan Bupati Simalungun JR Saragih tersebut membuat keluarga Almarhumah Sriwati dan tetangga nya semua dikucilkan warga sekitar,Ungkap Rinaldi suami Almarhumah. Minggu, 12/04/2020

Diterangkan Rinaldi, bahwa almarhumah istrinya sudah lama sakit, dan dibawa ke Rumah sakit Vita Insani (RSVI), namun karena tidak tertolong akhirnya istri nya meninggal, namun parahnya belum keluar hasil diagnosa dan rekam medik, tiba-tiba istrinya di vonis positif Covid -19 (Corona), bahkan dikebumikan secara Covid -19. Pihak RSVI sudah membantah, namun sampai saat ini Bupati Simalungun DR JR Saragih belum ada memberikan klarifikasi ataupun permintaan maaf dalam waktu 3x24 jam.
"Iya. Besok terakhir dan kita masih menunggu Jiwa Besar dari Pembesar di Kabupaten Simalungun. Bila sampai besok tidak ada, maka kami dan penasehat hukum kami akan melaporkan pasal penyebaran informasi dan kabar bohong (Hoax) yang menyebabkan keonaran dan keresahan masyarakat terkait virus Corona (Covid-19) ini ke Polda Sumut. Mengingat hal ini sudah merupakan bencana besar bagi kami keluarga dan warga sekitar, ini mengenai virus covid-19 merupakan bencna Internasional, Bapak Jokowi juga berpesan jangan ada yang main - main dan memamfaatkan musibah kemanusian mendunia ini untuk kepentingan pribadi dan golongan", Tutupnya.

Warga sekitar Gang Inpres telah membuat dan menandatangani diatas materai surat pernyataan keberatan bersama atas pernyataan Bupati Simalungun JR Saragih yang telah menyiarkan informasi dan kabar bohong (Hoax)  yang menyebabkan keonaran dikalangan rakyat ini sebagai bukti tambahan untuk melaporkan Pasal UU ITE ke Mapolda Sumut. Selasa, 14/04/2020 dan juga ke Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo serta Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nasional. Bila dalam tenggang waktu sampai besok. Senin, 13/04/2020 tidak membuat klarifikasi dan permintaan maaf di media online dan televisi untuk memulihkan nama warga Gang Inpres yang sudah tercemar tersebut karena masalah wabah Covid -19.

Humas Rumah Sakit Vita Insani (RSVI) Pematangsiantar, Sutrisno Munthe ketika dikonfirmasi reporter. Minggu, 12/04/2020 mengatakan, bahwa hasil diagnosa dari rumah sakit Vita Insani bahwa penyakit almarhumah Sriwati bukan Covid -19, "Iya bang. Bukan meninggal karena Covid -19", Ungkap Sutrisno.

TerPopuler