Kepala Desa (Pangulu) Baja Dolok Kangkangi Surat Edaran Menteri Pedesaan No. 8 Tentang Desa Tanggap Covid-19 -->

Kepala Desa (Pangulu) Baja Dolok Kangkangi Surat Edaran Menteri Pedesaan No. 8 Tentang Desa Tanggap Covid-19

Kamis, 07 Mei 2020, 16:31 WIB
Oleh Red . 01

Reporter : SAP

Simalungun  || Pangulu (Kades)Nagori Baja Dolok Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun dinilai tidak taat terhadap peraturan yang dibuat Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan  Transmigrasi Republik Indonesia yang disampaikan melalui surat edaran Nomor 8 tahun 2020  Tentang  Desa Tanggap Covid 19 dan Penegasan Padat Karya Tunai pada tanggal 24 maret 2020.

Hal itu terbukti berkat ada pembicaran beberapa warga yang sedang mengobrol disebuah Warung Kopi di tanah jawa,tak sengaja reporter DelinewsTV mendengar warga tersebut heran karena di Nagori Baja Dolok Dibangun Posco Covid 19 namun hanya sebagai pajangan,penasaran dengan pembicaraan warga  Reporter tersebut coba lakukan investigasi dilapangan pada hari rabu 6 mei 2020 sekira pukul 10:30 wib.

Dari hasil investigasi ditemukan,jalan pintu masuk Nagori Baja Dolok tepatnya Pondok Afdeling 8  Perkebunan Bahjambi ditemukan adanya dibuat berupa posko dan palang namun tampak tidak ada penjagaan yang melakukan pendataan bagi tamu dan warga yg keluar masuk,yang tampak hanya tong tempat air cuci tangan dimungkinkan sumbangan dari Pemkab Simalungun.

Salah satu warga yang kebetulan berada dilokasi mengatakan bahwa posko tersebut memang jarang dijaga,"memang kadang djaga bang,yang jaga mau tiga orang tapi itu pun tidak pasti bang", ungkapnya.

Begitupun Posko Penjagaan Covid 19 yang berada di Huta ll Nagori Baja Dolok,tampaknya baru dibangun lengkap dengan Palang dan tong tempat air cuci tangan namun disayangkan posko tersebut juga kosong,tampaknya posko posko yang dibuat hanya untuk pajangan agar anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat dapat dihabiskan.


Sosialisasi juga tanpaknya kurang dilakukan karena banyaknya warung warung didaerah tersebut yang tidak menyediakan tempat cuci tangan,bahkan yang lebih parah ternyata dikantor Pangulu juga tidak ada dibuat tong tempat air Cuci tangan,tidak ada juga alat kesehatan pengukur suhu tubuh,tidak disediakan juga Hand Sanitizer.

Hal ini sangat bertentangan dengan beberapa poin  yang dibuat oleh Pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik indonesia Nomor 8 poin F yakni Tentang Tugas kepala Desa selaku Ketua Relawan Desa Lawan Covid 19.

Diantaranya;pencatatan tamu dan warga yang keluar masuk Desa,Pencatatan keluar masuk warga desa setempat ke daerah lain,melakukan penyemprotan Disinfektan dan Menyediakan Cairan pembersih tangan (Hand Sanitinizer) ditempat umum seperti di Balai Desa selanjutnya menyediakan alat kesehatan deteksi dini (pendeteksi suhu tubuh)dan perlindungan serta pencegahan penyebaran wabah penularan covid 19.

Namun disayangkan pangulu tidak berada dikantornya namun Kaur Pemerintahan mengaku bernama Wita saat dipertanyakan soal tidak adanya standart operasional pencegahan Covid 19 dengan salah satu contoh kecil tempat cuci tangan dan Hand Sanitinezer mengatakan belum ada arahan dari pangulu,mungkin lagi ditempah pak"ujarnya.

Ketika hal ini coba dikonfirmasi kepada pangulu Nagori Baja Dolok Jumawan Sp yang disampaikan melalui pesan Whatshaap namun yang bersangkutan memilih bungkam meskipun pesan yang disampaikan telah tertanda dibaca,begitu pun Camat Tanah jawa Farolan Sidauruk SE selaku orang nomor 1 dikecamatan tanah jawa  saat dimintai tanggapannya terkait kurang waspadanya pangulu menghadapi covid 19 didaerahnya namum Olan hanya memilih bungkam meskipun pesan yang dikirim telah tertanda dibaca.

TerPopuler