Proyek Pengerasan Jalan Produksi di PTPN.4 Kebun Marihat Terindikasi Merugikan BUMN Perkebunan. Topan - RI Sumut minta Jajaran Direksi Tindak Tegas Kontraktor -->

Proyek Pengerasan Jalan Produksi di PTPN.4 Kebun Marihat Terindikasi Merugikan BUMN Perkebunan. Topan - RI Sumut minta Jajaran Direksi Tindak Tegas Kontraktor

Minggu, 24 Mei 2020, 20:07 WIB
Oleh Red . 01

foto survei lokasi 18/05/2020

-Sumut-
Reporter : TA

Simalungun  ||  Jalan produksi sebagai sarana yang merupakan urat nadi dalam upaya pencapaian hasil produksi yang optimal. Jalan yang dipergunakan untuk sarana transport tandan buah segar (TBS) sawit dari areal produksi ke pabrik kelapa sawit (PKS) sangat diharapkan untuk dapat dipergunakan dengan baik dan tidak menjadi penghalang dalam kelancaran transport hasil produksi.

Hal ini yang menjadi tujuan PTPN.4 sebagai salah satu BUMN Perkebunan mengelontorkan anggaran dalam upaya perbaikan sarana jalan produksi untuk pencapaian hasil produksi yang optimal dan diharapkan dengan baiknya sarana jalan dalam memperlancar transport TBS untuk memaksimalisasi produksi serta menghindari terbuangnya hasil TBS atau membusuk akibat tidak terangkut ke PKS.

Simon Nainggolan sebagai komandan investigasi Topan - RI Sumatera Utara dalam investigasi bersama team di PTPN.4 unit kebun Marihat yang terletak di daerah Kabupaten Simalungun sangat prihatin dengan proyek perbaikan jalan produksi. Dari pantauan pada 2 afdeling, di temukan pengerjaan proyek pengerasan jalan produksi diduga sangat tidak sesuai dengan spesifikasi.


Dijelaskan Simon, dari hasil investigasi kita dapat dilihat dengan bahwa pengerjaan pengerasan jalan produksi di kebun marihat terkesan asal - asalan. Sepengetahuan kita ukuran batu 10-13cm, dan sebelum dilakukan penyusunan batu, seharusnya dilakukan scrap dengan greader sebagai plafon areal penempatan batu dengan ketebalan 12cm dan 3cm serakan penutup. Dan selanjutnya dilakukan pengerasan dengan gilas (Compack). Tetapi dari pantauan kita di areal pekerjaan di 2 afdeling di kebun Marihat, tampak ukuran batu tidak sesuai, berikut dengan ketebalan serta pemadatan tidak sesuai yang mengakibatkan badan jalan yang di lakukan pengerasan sudah rusak walau masih beberapa saat dikerjakan dan saat ini sudah sebagian menjadi kubangan. Hal ini sudah pasti berakibat terhadap kelancaran pengangkutan TBS di areal produksi PTPN.4 unit kebun Marihat.

Menurut Simon. Pengerjaan pengerasan yang tidak sesuai ini akan berdampak kerugian kepada PTPN.4. Dimana PTPN.4 harus mengeluarkan anggaran ratusan hingga milaran rupiah untuk perbaikan jalan produksi. Yang diharapkan dengan pengeluaran sedemikian besar dapat berdampak pada maksimalisasi hasil produksi dan terhindar dari kerugian akibat bauh tertinggal dan membusuk.

Untuk itu, Topan - RI Sumut yang dipimpin oleh komandan investigasi, Simon Nainggolan meminta kepada jajaran direksi bertindak tegas untuk menghindari kerugian PTPN.4 dan sesegera mungkin menurunkan team tekniknya ke proyek pengerasan jalan produksi di kebun Marihat.

Diminta agar PTPN.4 dalam memberikan atau mempercayakan pengerjaan kepada kontraktor agar lebih memperhatikan kepentingan perusahaan. Karena pengerjaan pengerasan jalan produksi seperti yang ditemukan di kebun Marihat, terjadi diduga akibat kontraktor mencari keuntungan yang berlebihan dengan mengurangi bahan atau tidak sesuai spesifikasi serta teknis kinerja dengan mempergunakan alat berat terindikasi dikurangi yang mengakibatkan mutu pekerjaan tidak sesuai yang diharapkan.

Lebih lanjut Simon mengatakan, bahwa mereka telah konfirmasi ke SDM kebun Marihat. Dari informasi yang didapat, pengerjaan proyek pengerasan itu dilaksakan oleh CV. B, dengan nilai kontrak sekitar Rp. 1,3 Milyard. Dan hingga saat ini belum dilakukan penutupan atas pengerjaan tersebut.

Untuk itu kita meminta kepada Managemen PTPN.4 untuk melalukan investigasi terhadap proyek pengerasan jalan produksi di kebun Marihat. Dan tidak melakukan pembayaran kepada kontraktor dengan pengerjaan yang tidak sesuai Spesifikasi. Sebab bila PTPN.4 tetap melakukan pembayaran dengan menilai persentasi kerja, hal ini akan membawa kerugian. Sebab terbukti baru umur bulanan saja proyek pengerasan tersebut sudah rusak dan terdapat kubangan. Bukan memperbaikan, disinyalir batu batu yang disusun dan terbongkar akibat tidak sesuai spek batu maupun teknis pemedatan akan membaut jalan jadi rusak parah dan menghambat transport produksi TBS di kebun Marihat, Ucap Simon menutup.

TerPopuler