Simon Nainggolan : Pengerjaan Parit di Kebun Marjandi Berpotensi Rugikan BUMN PTPN.4. Harus Bongkar dari Dasar dan Buat Baru. Tambal Sulam Menunjukkan Konstrukti Tidak Bermutu -->

Simon Nainggolan : Pengerjaan Parit di Kebun Marjandi Berpotensi Rugikan BUMN PTPN.4. Harus Bongkar dari Dasar dan Buat Baru. Tambal Sulam Menunjukkan Konstrukti Tidak Bermutu

Rabu, 11 November 2020, 02:15 WIB
Oleh Red . 01

 


Rep : AH

Simalungun  || Pekerjaan pembuatan parit di kebun Marjandi Kabupaten Simalungun milik PTPN IV diduga di kerjakan penyedia jasa konstruksi tidak sesuai standart, dimana pekerjaan itu masih dalam tahap pekerjaan namum sudah retak. 

Mirisnya lagi pekerjaan itu hanya disisip oleh pekerja yang seharusnya dibongkar ulang agar bangunan dinding parit bisa menyatu dan mengikat, kenyataannya dinding parit hanya dikorek sedikit lalu ditempel kembali.

Sejumlah pekerja saat ditemui pada Selasa (10/11) di lokasi pekerjaan sembari menanyakan siapa Pemilik Pekerjaan bangunan dalam pengakuan mereka bangunan dikerjakan oleh CV Debang, soal berapa anggaran bangunan mereka tidak tahu.

” Kami hanya pekerja disini bang, soal anggaran kami tidak tahu jawab salah seorang pekerja”. Lebih lanjut dijelaskan pekerja yang tidak bersedia disebutkan di media ini bahwa kondisi bangunan bisa retak dikarekan hujan.

Asisten SDM kebun Marjandi, Vincen yang dihubungi awak media mengatakan, bahwa pengerjaan parit itu sudah di buat teguran. Tetapi upaya pihak vendor dalam hal ini CV. Debang Mandiri Karya dalam melakukan pengerjaan perbaikan dengan menambal fisik kerja, pihak managemen kebunnMarjandi belum mengetahuinya.

Sementara Manager Unit Kebun Marjandi Ipan G Siahaan ketika dikonfirmasi terkait pekerjaan parit yang dikerjakan oleh CV Debang Mandiri Karya di kebun Marjandi dalam jawaban mengatakan dirinya langsung terjun ke lokasi pekerjaan, kemudian besok ( kamis red ) memanggil pihak vendor untuk diperbaiki. Terakhir Manager Marjandi menyampaikan terima kasih atas pengawasannya.

Amatan di lokasi pekerjaan bangunan parit terkesan dikerjakan asal jadi, bahkan campuran antara semen dengan pasir tidak sesuai sehingga bangunannya retak-retak dan bangunan seharusnya di bongkar kembali namun terlihat hanya ditempel saja.

Ketua Divisi Intelijen Topan RI Sumatera Utara Simon Nainggolan yang selama ini banyak memperhatikan dalam fungsi control socialnya lembaga terhadap asset Negara terutama BUMN PTPN.4  meminta kepada Direktur PTPN IV Sucipto Prayetno untuk segera menindak tegas kontraktor (penyedia jasa) yang diduga akan merugikan PTPN IV terkait pengerjaan atas parit dimaksud yang tidak sesuai dengan RKS, dan selanjutnya perusahaan penyedia jasa untuk di blacklist dari rekanan PTPN IV.

Terjadi retak pada dinding pasangan dan plesteran parit, jelas menunjukkan kwalitas campuran semen pasangan dan plasteran tidak sesuai standart. Jadi sangat tidak masuk akal jika dikatakan rusak karena curah hujan. 

Lanjut Simon, "Pihak Managemen kebun Marjandi harus tegas, bila vendor tidak melakukan pembongkaran dan pengerjaan kembali dari dasar, hal ini sama saja akan membawa kerugian bagi BUMN PTPN.4. Oleh karena ini, kita dari TOPAN-RI Sumut akan menyurati Direktur PTPN.4 untuk bertindak tegas dan untuk lebih selektif dalam menentukan rekanan konstruksi yang berkwalitas, tutup Simon.

TerPopuler